Aku serupa embun-embun pagi berdiam diri dengan sejuk
setia kepada bumi, saling memeluk sebelum merelakan diri—dibakar oleh matahari
aku tak pernah berniat untuk menyembah berhala cinta
lalu berdoa dan berharap semoga ia dapat menyembuh segala luka
(seperti Hawa tercipta untuk Adam, seperti itu pula aku membutuhkanmu;
agar aku tak merasa sendirian dan kesepian.)
sebab kesederhanaan adalah langkah awal menuju bahagia
untuk kita sepasang rindu yang saling cinta
engkau adalah gerhana matahari, tanpa nama dan cahaya kau tetaplah bermakna
tiba-tiba aku ingin menjadi Ksatria, bersama remah-remah bulan
untuk menemani gelap-lelap tidurmu—dengan setia
mantra-mantra cinta dan doa telah aku rapalkan
bila itu benar dan baik, biarkan Tuhan yang aminkan
ini sajak sederhana untukmu, tapi untuk memilikimu tak sesederhana itu
aku hanya hendak menikmati indahmu—seperti pelangi dari jauh.
#PENYIHIRHATI
Bekasi, 2012.
No comments:
Post a Comment
Note: only a member of this blog may post a comment.